Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

5 Klub NBA Pailng Kaya 2011




Bukan sepakbola yang jadi primadona olahraga di Amerika Serikat, namun bola basket lah yang jadi kesukaan warga negara Paman Sam. Namun manakah klub NBA yang paling kaya pada tahun ini? Inilah daftar lengkapnya:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Playmaker Terbaik Sekarang



SLAMONLINEChris Paul

Dunia pasti lebih mengenal Kobe Bryant dan LeBron James, serta beberapa pemain lainnya, sebagai pebasket top dunia karena aksinya yang brilian untuk mencetak banyak poin. Tetapi, orang mungkin tak terlalu peduli dengan siapa yang memiliki peran besar untuk mengantarkan Kobe atau James mendulang banyak angka, yaitu pemain yang berperan sebagai point guard.
Padahal, posisi ini terpenting dari permainan basket. Pemain yang menempati posisi tersebut akan menjadi kunci keberhasilan sebuah tim untuk memenangkan pertandingan karena mereka yang bisa memberikan kesempatan kepada pebasket sekaliber Kobe atau James untuk menggetarkan ring lawan.
Point guard atau biasa disebut playmaker menjadi nyawa permainan. Para playmaker ini merupakan jenderal lapangan karena mereka yang menentukan apa yang harus dilakukan saat bertanding.
Pada liga basket tertinggi, NBA, ada banyak sekali pemain yang mahir menjadi playmaker. Tetapi, siapakah yang terbaik saat ini?
Jika bicara soal passing bola, maka Rajon Rondo adalah pemain yang pantas. Pemain yang membela Boston Celtics ini memiliki rata-rata 11,2 passing per pertandingan. Point guard yang paling berbahaya adalah point guard yang mampu memberi suplai bola kepada temannya.
Dalam hal ini, Rondo memang hebat. Tidak hanya itu, ia pun termasuk pemain yang punya pertahanan yang bagus. Namun, Rondo memiliki satu kelemahan yaitu menembak bola. Kemampuan Rondo untuk memasukkan bola ke ring hanya terbatas pada jarak yang pendek. Hal ini yang membuatnya tidak termasuk point guard terbaik saat ini.
Soal point guard yang bisa memasukkan bola ke ring dari jarak dekat atau jauh, ada dua kandidat besar. Mereka adalah Deron Williams dan Derrick Rose. Keduanya mampu memberi passing yang baik kepada teman satu timnya dan juga bisa mencetak skor sendiri. Terutama Rose, ia mendapat gelar MVP NBA musim lalu sebagai bukti bahwa dirinya mampu memberi passing bersamaan dengan mencetak skor.
Walau begitu, Williams dan Rose bukan sosok point guard yang terbaik sekarang ini karena mereka punya satu kekurangan, yaitu kesabaran. Mungkin karena perasaan ingin mencetak skor sekaligus memberi umpan ke temannya membuat permainan dari dua pebasket ini kurang sabar.
Sementara point guard terbaik sekarang ini, menurut Jovan Buha (Clipper Blog), Beckley Mason (Hoop Speak), Royce Young  (Daily Thunder), dan Rob Mahoney (The Two Man Game), adalah Chris Paul. Pemain yang lahir pada tanggal 6 Mei 1985 ini merupakan point guard serba bisa.
Untuk ukuran point guard, fisiknya juga menunjang. Paul tidak terlalu pendek untuk ukuran pemain NBA, tingginya mencapai 183 cm. Dari segi kemampuan, ia mahir menembak tiga poin, pandai mengelabui penjaganya dengan driblle-nya, dan bisa melakukan lay-up di hadapan pemain lain yang lebih tinggi darinya.
Tidak hanya bisa menyerang, kemampuan bertahannya pun termasuk kelas elite. Ia pernah memecahkan rekor mencuri bola yang sebelumnya dibuat oleh Alvin Robertson. Rekor yang ia pecahkan adalah mencuri bola, setidaknya satu kali di tiap pertandingan. Ia melakukannya dari November 1985 sampai Desember 1986.
Tidak cukup hanya itu, ia juga dihormati oleh rekan satu timnya yang umurnya jauh lebih tua dibanding Paul. Saat tim sedang berada di ujung tanduk, sebagai pemimpin tim, ia bersikap tenang dan dari ketenangannya itulah timnya bisa membalikkan keadaan dan menang. Paul adalah pemain dengan gabungan penglihatan yang luas, punya kesabaran tinggi, ulet, dan tidak mementingkan diri sendiri. Karena itulah, ia pantas disebut point guard terbaik sekarang ini.
Sayang, aksi para pemain terbaik tersebut belum bisa disaksikan dalam waktu dekat. Pasalnya, NBA masih terancam lockout hingga musim depan karena banyak terdapat ketidakpastian.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kobe Bryant, Atlet Basket Pengganti Jordan


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yao Ming Pensiun

Yao Ming Akhiri Kariernya

Sabtu, 9 Juli 2011 12:10 wib


HOUSTON – Bintang NBA asal Cina, Yao Ming menyatakan pensiun setelah delapan musim kariernya di NBA bersama Houston Rockets. Cedera manjadi alasan Yao Ming mengakhiri kariernya dan tak berniat untuk kembali bermain.

Yao tentunya akan dirindukan rekan-rekan timnya karena sejak menginjakkan kaki di Texas setelah direkrut dari Shanghai Sharks, Yao selalu tampil konsisten dan kerap menjadi bintang lapangan.

Seperti dilansir Ottawacitizen, Sabtu, (9/7/2011), selama delapan musim ini, Yao Ming bermain 486 game bersama Rockets dengan rata-rata 19 poin, 9,3 rebounds, 1,9 blok dan 1,6 assist. Namun musim ini Yao Ming hanya bermain lima pertandingan karena cedera patah tulang kaki kirinya. Bahkan musim sebelumnya, cedera engkel Yao Ming membuatnya melewatkan musim 2009-2010.

Rekan-rekannya seperti Shaquille O’Neal dan Tracy McGrady tentu akan merindukannya, karena Yao kerap menjadi bintang bagi Rockets. Tak hanya itu, kepribadiannya membuatnya mudah bergaul dan disukai rekan-rekan setimnya.

“Ni Hao (Apa Kabar) kawan? Anda merupakan salah satu pemain terbaik yang datang dari Cina, salah satu yang terbaik saat ini. Saya akan merindukan anda, kawan. Nikmati masa pensiun anda. Atau berliburlah dengan saya, kawan,” tutur O’Neal dalam akun twitternya.

Tracy McGrady juga tak ktinggalan berkomentar dan mengajak para fans untuk memberikan penghormatan kepada Yao dan mengharapkan kesuksesan Yao dalam hal apapun di masa mendatang.








  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Players’ websites

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belajar Drible Buat Pemula


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

NBA Bangkrut



Akhirnya NBA tiba dimasa kelamnya, nilai laporan keuangan seluruh klub di NBA mencatat rekor hutang terbesar dalam sejarah NBA yaitu US $ 300 juta (Rp 2,6 Triliun) musim lalu, neraca negatif ini muncul pada laporan keuangan 22 klub NBA dari 30 klub NBA, mungkin bagi klub-klub besar masalah ini masih bisa diatasi tapi bagaimana dengan klub-klub kecil, mereka (klub-klub kecil) tak berdaya dan butuh kebijakan baru. Krisis ini mungkin ada korelasi antara krisis keuangan yang terjadi di Amerika serikat, tapi apapun itu klub-klub NBA mulai berfikir untuk melakukan cara-cara penyelamatan, salah satunya melalui pemotongan serta pembatasan gaji pemain.
Pemotongan dan pembatasan gaji pemain mau tidak mau harus dilakukan, hal ini mengenai stabilitas dan keuangan klub itu sendiri di masa depan, gaji-gaji pemain bintang yang memakan anggaran banyak harus dibatasi dalam kisaran US $ 45 juta per klub, dan usulan ini mentok di asosiasi pemain profesional yang mereka tetap tak ingin ada pembatasan gaji. Negoisasi yang dilakukan pun selalu menemui jalan buntu dan tidak mencapai kesepakatan bersama.
Permasalahan yang terjadi akhirnya memaksa pihak lembaga NBA memberlakukan masa lock out(penghentian) sejak 1 juli lalu, masa ini adalah masa dimana klub-klub tidak diperkenankan untuk membuat kontrak dengan pemain, pemain juga tidak mendapat gaji serta tidak diperbolehkan untuk menggunakan fasilitas tim, dengan masa lock out yang tak menemui akhir maka lengkaplah “derita” pemain -pemain yang berlabel superstar yang terbiasa dengan kehidupan hedonis serta gemerlap, yang terbiasa dengan fasilitas-fasiltas mewah bintang lima, akhirnya jalan keluar pun dilakukan bagi pemain berlabel bintang tersebut yaitu pindah klub diluar NBA.
Eksodus pemain bintang dilakukan ketika NBA makin tidak menemukan kepastian, salah satunya tercermin pada tiadanya laga pra musim yang tiap tahun selalu diadakan. Para pemain kini melirik Eropa dan Asia untuk menjadi labuhan berikutnya dalam melanjutkan karir.
Tercatat nama-nama seperti Tony Parker, Paul Gasol, Andrei Kirilenko, Kobe Bryant, Carmelo Antony menjadi nama-nama yang diisukan untuk pindah ke klub lain diluar NBA. Tony Parker misalnya, sudah merapat ke klub Prancis Asvel Villeurbane. Paul Gasol sendiri saat ini tengah mempertimbangkan untuk balik ke kampung halaman di Spanyol, Andrei Kirilenko pun dikabarkan merapat ke klub Rusia CSKA Moskow. Sedangkan Kobe Bryant berencana untuk pindah ke Turki atau Italia. Dan terakhir Carmelo Antony saat ini sedang menimbang untuk bermain di China.
Jika masa Lock Out yang panjang maka dipastikan pada dua pekan pertama pada musim baru dipastikan tidak akan berjalan, dan hal ini akan menuai kerugian bagi otoritas NBA hingga 200 juta US dolar. Selain itu kondisi ini akan merembet ke usaha-usaha kecil seperti para pemilik restoran, bar di Amerika Serikat. Yang tentunya menambah masa sulit bagi perekonomian Amerika Serikat.
Epilog
Neraca keuangan sehat memang diperlukan dalam sebuah klub olahraga yang disebut profesional, peran pemain bintang yang mampu mendongkrak nilai klub menjadi salah satu aset yang mesti dipertahankan. Dan apa yang dialami oleh NBA menunjukkan sisi loyalitas yang tak ada pada pemain bintang padahal dimasa lalu fanatisme klub sering menjadi alasan untuk berseteru dengan lawan……….

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS