Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

NBA Bangkrut



Akhirnya NBA tiba dimasa kelamnya, nilai laporan keuangan seluruh klub di NBA mencatat rekor hutang terbesar dalam sejarah NBA yaitu US $ 300 juta (Rp 2,6 Triliun) musim lalu, neraca negatif ini muncul pada laporan keuangan 22 klub NBA dari 30 klub NBA, mungkin bagi klub-klub besar masalah ini masih bisa diatasi tapi bagaimana dengan klub-klub kecil, mereka (klub-klub kecil) tak berdaya dan butuh kebijakan baru. Krisis ini mungkin ada korelasi antara krisis keuangan yang terjadi di Amerika serikat, tapi apapun itu klub-klub NBA mulai berfikir untuk melakukan cara-cara penyelamatan, salah satunya melalui pemotongan serta pembatasan gaji pemain.
Pemotongan dan pembatasan gaji pemain mau tidak mau harus dilakukan, hal ini mengenai stabilitas dan keuangan klub itu sendiri di masa depan, gaji-gaji pemain bintang yang memakan anggaran banyak harus dibatasi dalam kisaran US $ 45 juta per klub, dan usulan ini mentok di asosiasi pemain profesional yang mereka tetap tak ingin ada pembatasan gaji. Negoisasi yang dilakukan pun selalu menemui jalan buntu dan tidak mencapai kesepakatan bersama.
Permasalahan yang terjadi akhirnya memaksa pihak lembaga NBA memberlakukan masa lock out(penghentian) sejak 1 juli lalu, masa ini adalah masa dimana klub-klub tidak diperkenankan untuk membuat kontrak dengan pemain, pemain juga tidak mendapat gaji serta tidak diperbolehkan untuk menggunakan fasilitas tim, dengan masa lock out yang tak menemui akhir maka lengkaplah “derita” pemain -pemain yang berlabel superstar yang terbiasa dengan kehidupan hedonis serta gemerlap, yang terbiasa dengan fasilitas-fasiltas mewah bintang lima, akhirnya jalan keluar pun dilakukan bagi pemain berlabel bintang tersebut yaitu pindah klub diluar NBA.
Eksodus pemain bintang dilakukan ketika NBA makin tidak menemukan kepastian, salah satunya tercermin pada tiadanya laga pra musim yang tiap tahun selalu diadakan. Para pemain kini melirik Eropa dan Asia untuk menjadi labuhan berikutnya dalam melanjutkan karir.
Tercatat nama-nama seperti Tony Parker, Paul Gasol, Andrei Kirilenko, Kobe Bryant, Carmelo Antony menjadi nama-nama yang diisukan untuk pindah ke klub lain diluar NBA. Tony Parker misalnya, sudah merapat ke klub Prancis Asvel Villeurbane. Paul Gasol sendiri saat ini tengah mempertimbangkan untuk balik ke kampung halaman di Spanyol, Andrei Kirilenko pun dikabarkan merapat ke klub Rusia CSKA Moskow. Sedangkan Kobe Bryant berencana untuk pindah ke Turki atau Italia. Dan terakhir Carmelo Antony saat ini sedang menimbang untuk bermain di China.
Jika masa Lock Out yang panjang maka dipastikan pada dua pekan pertama pada musim baru dipastikan tidak akan berjalan, dan hal ini akan menuai kerugian bagi otoritas NBA hingga 200 juta US dolar. Selain itu kondisi ini akan merembet ke usaha-usaha kecil seperti para pemilik restoran, bar di Amerika Serikat. Yang tentunya menambah masa sulit bagi perekonomian Amerika Serikat.
Epilog
Neraca keuangan sehat memang diperlukan dalam sebuah klub olahraga yang disebut profesional, peran pemain bintang yang mampu mendongkrak nilai klub menjadi salah satu aset yang mesti dipertahankan. Dan apa yang dialami oleh NBA menunjukkan sisi loyalitas yang tak ada pada pemain bintang padahal dimasa lalu fanatisme klub sering menjadi alasan untuk berseteru dengan lawan……….

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar